'Electronic commerce', commonly known as 'e-commerce' or 'e-comm', is the buying and selling of product or service over electronic systems such as the Internet and other computer networks. Electronic commerce draws on such technologies as electronic funds transfer, supply chain management, Internet marketing, online transaction processing, electronic data interchange (EDI), inventory management systems, and automated data collection systems. Modern electronic commerce typically uses the World Wide Web at least at one point in the transaction's life-cycle, although it may encompass a wider range of technologies such as e-mail, mobile devices and telephones as well. Electronic commerce is generally considered to be the sales aspect of e-business. It also consists of the exchange of data to facilitate the financing and payment aspects of business transactions. E-commerce can be divided into:Saking penasarannya saya menyempatkan diri untuk bertanya di komunitas pelaku social media yang tergabung dalam Social Media Strategist Club di Facebook tentang pengertian dari e-commerce tersebut, dan dari hasil diskusi didapat tambahan definisi lainnya lagi. Well dari sekian banyak definisi yang saya dapatkan saya lebih suka menggunakan definisi yang sederhana dan mudah dimengerti oleh masyarakat luas tanpa membuat mereka jadi merasa jeri dan merasa e-commerce terlalu besar buat mereka seperti reaksi awal klien saya diatas), buat saya sendiri e-commerce adalah sebuah sistem bisnis jual-beli yang menggunakan perangkat elektronik untuk mempermudah terjadinya transaksi. Dengan definisi ini maka seseorang dengan hanya menggunakan perangkat Blackberry Messenger Group lalu melakukan aktivitas jual beli akan masuk dalam kategori e-commerce juga dan tentunya sampai pada situs-situs B2B yang memiliki perangkat transaksi yang kompleks ya. Bagaimana dengan Anda? Apakah Anda punya pengertian sendiri tentang e-commerce?
- E-tailing or "virtual storefronts" on Web sites with online catalogs, sometimes gathered into a "virtual mall"
- The gathering and use of demographic data through Web contacts
- Electronic Data Interchange (EDI), the business-to-business exchange of data
- E-mail and fax and their use as media for reaching prospects and established customers (for example, with newsletters)
- Business-to-business buying and selling
- The security of business transactions
Tuesday, October 16, 2012
Apa Pengertian E-Commerce Bagi Anda?
Ada pengalaman menarik ketika saya bertemu dengan salah satu klien saya, maaf saya tidak bisa menyebutkan namanya tapi yang pasti klien saya adalah sebuah perusahaan yang bergerak dalam bidang distribusi perlengkapan bayi yang baru saja ingin masuk ke pasar Indonesia. Untuk masuk ke pasar Indonesia yang sudah dibanjiri banyak barang-barang produksi China sudah sewajarnya investasi yang dilakukan harus benar-benar efisien, oleh karena itu usulan pertama yang saya ajukan adalah masuk kedunia e-commerce lalu berfokus pada online store/distibution dalam waktu paling sedikit 1 tahun, sambil menjalankan strategi online marketing yang konsisten dan taktis.
Dari hasil bincang-bincang awal dengan mereka saya dengan perlahan sadar bahwa walaupun iklim ber e-commerce di Indonesia ini berkembang cukup pesat namun pengertian tentang e-commerce di Indonesia ini cukup berbeda-beda sampai kadang agak bikin rancu terutama bagi calon pelaku, contohnya ya klien saya ini. Mereka berpendapat bahwa investasi untuk melakukan e-commerce itu sangatlah besar dan agak mubazir karena di sini sudah banyak situs-situs e-commerce. Begitu saya tanyakan tentang apa yang mereka tahu tentang e-commerce, lalu mereka menjelaskan bahwa e-commerce adalah bisnis online yang dilakukan oleh situs-situs seperti Ebay, Multiply, Tokobagus, Blibli, dan lain sebagainya, dan saya langsung sadar bahwa definisi dari e-commerce ternyata masih beragam dan kadang jadi kontraproduktif bagi perkembangan sebuah perusahaan yang justru punya potensi berkembang yang baik jika memanfaatkan e-commerce.
Apa sih sebenarnya pengertian e-commerce menurut Anda? Definisi berdasarkan Wikipedia, e-commerce adalah:
Sunday, October 14, 2012
KPI paska Jumlah Followers
Pada mulanya
Hampir semua pelaku social media terutama yang memang menjadikannya sebagai profesi pernah mengalami klien ataupun atasan mereka menjadikan jumlah pengikut (follower ataupun likes/fans) sebagai Key Performance Indicator (KPI) mereka. Dalam diskusi-diskusi yang berlangsung di Social Media Strategist Club yang saya ikuti, beberapa teman-teman social media strategist berpendapat bahwa tidak ada salahnya menjadikan jumlah follower/like (kuantitas) sebagai KPI asalkan klien ataupun atasan kita tahu apa yang sebenarnya didapat dari "perlombaan" fokus pada kuantitas tersebut. Berdasarkan hasil pengumpulan data kasar dari hasil ngobrol-ngobrol saya dengan brand ataupun klien setidaknya ada dua faktor yang jadi penyebab yaitu:
- Psikologis Narsis: Para klien/brand memperlakukan brand/layanan/perusahaan mereka seperti layaknya seorang rockstar dimana jumlah (kuantitas) fans menentukan popularitas mereka dibandingkan dengan pesaing mereka, sehingga akan muncul pernyataan-pernyataan "Lho kok followers brand kita cuman segitu? Followersnya brand B (pesaing mereka) bisa mencapai jumlah (sekian) lho" atau yang juga sering terjadi "Pokoknya kami tidak mau tahu, bulan depan followers kami harus bisa lebih banyak dari followersnya brand B ya! Gak tahu gimana caranya!"
- "Bahasa" yang mereka mengerti: Selain ketidak mengertian atas apa yang bisa diambil dari konsekuensi masuknya sebuah brand/perusahaan ke social media, mereka pun terbiasa menghitung KPI dari sesuatu yang bisa dihitung, dan angka (numbers) merupakan parameter yang paling mudah/terlihat jika kita ingin mengukur pencapaian dari sebuah aktivitas social media.
Percakapan sebagai medium konversi
Bagi para pengelola Facebook Page, Insight adalah internal metriks yang biasanya digunakan untuk memonitor target-target pencapaian pada Facebook Page kita. Bila Anda perhatikan Facebook Page Insight kini diperlengkapi oleh fitur pengukuran yang sifatnya lebih kualitatif dibandingkan pencapaian jumlah users baru (unique users). nama fitur ini adalah Reach dan Talking About This. Dari penjelasan salah satu teman saya, seorang Digital Strategist, mas Chandra Marsono maka yang bisa kita dapatkan dari kedua fitur insight tersebut adalah:
- Reach: Angka yang menunjukkan seberapa jauh message yang kita distribusikan mencapai para Facebook users. Dengan bahasa yang lebih sederhana bisa disebutkan jika yang meLike Anda para users yang memiliki friends banyak maka angka Reach nya akan tinggi, begitu sebaliknya. Sehingga jika perbedaan jumlah Likes Anda dengan Reach Anda cukup signifikan artinya akun-akun yang meLikes Facebook Page Anda bisa banyak ataupun sedikit tergantung besar perbedaannya.
- Talking About This: Angka yang menunjukkan interaksi yang terjadi pada message yang Anda distribusikan. Ini bisa berarti jumlah comment, jumlah likes pada posting ataupun jumlah thumbs-up. Total dari keseluruhan akan ditunjukan oleh angka pada Talking About This.
(sumber foto) *Tulisan ini juga bisa dibaca di kolom Dailysocial saya
Thursday, October 11, 2012
Kita Semua Memimpikan Indonesia Yang Damai
Indonesia adalah negara tempat kita tinggal. Tanah yang kaya dengan bangsa yang memiliki sejarah panjang. Peristiwa demi peristiwa, baik maupun buruk ikut mendewasakan bangsa kita, dan dalam hati kecil seluruh warga menginginkan Indonesia menjadi Indonesia yang damai seperti yang ditunjukkan dalam video di bawah ini.
Subscribe to:
Comments (Atom)
